DO’A PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI


DO’A PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI

BISMILLAH HIROHMAN NIROKHIM

ALHAMDULILLAHI ROBBIL’ALAMIN, WASH SHOLATU WASSALAMU’ALA ASROFIL AMBIYAAI WAL MURSALIN WA'ALA ALIHI WASHOHBIHI AJMA’IN

Ya Allah, Ya Tuhan Yang Maha Esa

Pada saat ini kami memperingati Hari Kemerdekaan bangsa kami yang ke-66, Kami sadar sepenuhnya nikmat kemerdekaan ini adalah karena rahmat karunia dan inayah-Mu. Semoga Negara dan Bangsa Indonesia selalu dalam ridho-Mu

Ya Allah, Ya Tuhan Yang Maha Kuasa

Dengan kebesaran dan keagungan asma-Mu, Limpahkanlah kebesaran dan kejayaan kepada Bangsa dan Tanah air kami, teguhkanlah iman dan keyakinan kami.

Ya Allah, Ya Tuhan Kami

Bimbiglah dan berilah kami petunjuk untuk membangun masyarakat dan negara kami berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Daasar 1945, untuk mewujudkan keamanan dan kemakmuran serta kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh rakyat kami dalam naungan ridho-Mu.

Ya Allah, Ya Tuhan Kami

Tunjukkanlah kepada para pemimpin kami, kepada rakyat dan bangsa kami jalan yang benar, agar kami dapat melalui dengan sinar kebesaran-Mu dan perlihatkan kepada kami jalan yang salah agar kami dapat menghindarinya dengan kesadaran dan penuh keinsyafan.

Ya Allah, Ya Tuhan Kami

Tingkatkan rasa kebangsaan dan kebersamaan kami untuk membangun Indonesia yang bersatu, aman adil, demokratis dan sejahtera. Teguh dan kokohkan persatuan dan kesatuan bangsa kami, mantapkan stabilitas dan ketahanan nasional kami, bimbinglah kami ya Allah dalam melaksanakan pembangunan nasional kami.

Ya Allah, Ya Tuhan Kami

Hindarkanlah negara dan bangsa kami dari azab dan bencana berkat perlindungan dan pertolongan-Mu Ya Allah, dan berikan kepada kami ketabahan dalam menerima cobaan-Mu

Ya Allah, Ya Tuhan Kami

Terimalah do’a dan ampunilah doa kami, Engkau maha Mendengar dan Maha Mengetahui, Amin

ROBBANA ATINA FIDUNNYA HASANAH WAFIL AKHIROTI HASANAH WAQINA ADZA BANNAR, SUBHANA ROBBIL IZZATI ’AMMA YASHIFUN WASALAAMUN ’ALAL MURSALIN WAL HAMDULIILAHI ROBBIL ’ALAMIN

ANALISIS HUBUNGAN PENYINARAN MATAHARI DAN SUHU UDARA DENGAN KELEMBABAN UDARA DI TANGERANG






1. Pendahulauan
1.1 Penyinaran Matahari
Matahari adalah sumber panas bagi bumi. Walaupun bumi sudah memiliki panas sendiri yang berasal dari dalam, panas bumi lebih kecil artinya dibandingkan dengan panas matahari. Panas matahari mencapai 60 gram kalori/cm2, tiap jam, sedangkan panas bumi hanya mencapai 55 gram/cm2 tiap tahunnya. Besarnya sinar matahari yang mencapai bumi hanya sekitar 43% dari keseluruhan sinar yang menuju bumi dan >50% lainnya dipantulkan kembali ke angkasa. Panas bumi sangat tergantung kepada banyaknya panas yang berasal dari matahari ke bumi. Perbedaan temperatur di bumi dipengaruhi oleh letak lintang dan bentuk keadaan alamnya. Indonesia termasuk wilayah beriklim tropis karena terletak pada lintang antara 6°08′ LU dan 11°15′ LS, ini terbukti
di seluruh wilayah Indonesia menerima rata-rata waktu penyinaran matahari cukup banyak. Panas matahari yang sampai ke permukaan bumi sebagian dipantulkan kembali, sebagian lagi diserap oleh udara, awan, dan segala sesuatu di permukaan bumi. Banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh bumi. Selain itu lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya, semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi., sebaliknya semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Alat untuk mengukur lamanya penyinaran matahari disebut Campbell Stoke.
1.2. Suhu Udara
Variasi Harian Suhu Permukaan Selama 24 jam, suhu udara selalu mengalami perubahan-perubahan. Di atas lautan perubahan suhu berlangsung lebih banyak perlahan-lahan daripada di atas daratan. Variasi suhu pada permukaan laut kurang dari 1°C, dan dalam keadaan tenang variasi suhu udara dekat laut hampir sama. Sebaliknya diatas daerah pedalaman continental dan padang pasir perubahan suhu udara permukaan antara siang dan malam mencapai 20°C. Sedangkan pada daerah pantai
variasinya tergantung dari arah angin yang bertiup. Variasinya besar bila
angin bertiup dari atas daratan dan sebaliknya.
Alat pengukur suhu disebut termometer. Termometer dibuat dengan mendasarkan sifat-sifat fisik dari suatu zat (bahan), misalnya pengembangan benda padat, benda cair, gas dan juga sifat merubahnya tahanan listrik terhadap suhu. Ada beberapa termometer pengukur udara, antara lain:Termometer Bola Basah dan Bola Kering.Termometer Maksimum dan Termometer Minimum.

1.3. Kelembapan Udara
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh. Macam-macam kelembaban udara sebagai berikut :
Kelembaban relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang terkandung di udara pada suhu yang sama. Misalnya pada suhu 270C, udara tiap-tiap 1 m3 maksimal dapat memuat 25 gram uap air pada suhu yang sama ada 20 gram uap air,maka lembab udara pada waktu itu sama dengan 20/ 25 x 100 % = 80 %.
Kelembaban absolut / mutlak yaitu banyaknya uap air dalam gram pada 1 m3.
Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut Psikrometer Standar.
1.4. Tujuan
Untuk mengetahui hubungan suhu udara dan lamanya penyinaran matahari dengan kelembaban udara di Tangerang
2. Data
Data yang digunakan adalah data sampel suhu udara rata-rata, lamanya penyinaran matahari. Kelembaban udara dan dari tanggal 1 sampai 31 pada bulan Mei tahun 2010 di Stasiun Geofisika Tangerang.
3. Metodologi
Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analitis, untuk menghitung korelasi, regresi serta uji hipotesis dengan menggunakan Software SPSS 10.
4. Tinjauan Pustaka
4.1. Analisa Korelasi
Para ahli sering menggunakan analisis korelasi untuk mengetahui erat-tidaknya hubungan antar variabel. Apabila ternyata hasil analisis menunjukkan hubungan cukup erat, maka analisis dilanjutkan ke analisis regresi sebagai alat meramalkan (forecasting) yang sangat berguna untuk perencanaan. Analisis korelasi yang mencakup dua variabel X dan Y disebut analisis korelasi linear sederhana (simple linear correlation), sedangkan yang mencakup lebih dari dua variabel disebut analisis korelasi linear berganda (multiple linear correlation) rumus statistika Koefisien Korelasi Product Moment dari Pearson, sebagai berikut:

Dimana:
: Koefisien korelasi
n : Banyaknya subjek
X : Variabel X
Y : Variabel Y
Dengan nilai koefisien korelasi – 1 sd 1 semakin mendekati 1 atau -1 semakin kuat sebaliknya semakin mendekati 0 semakin lemah.
4.2. Regresi Linear Sederhana
Regresi linier sederhana merupakan suatu model analisis statistik yang mempelajari pengaruh antara dua variable. Dalam analisis regresi, dikenal dua jenis variable yaitu :
a. Variabel respon disebut juga variable dependent yaitu variable yang keberadaannya dipengaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan Y.
b. Variable predictor disebut juga variable independent yaitu variable yang bebas (tidak dipengaruhi oleh variable lainnya) dan dinotasikan dengan X.
Dalam regresi akan dikembangkan sebuah persamaan regresi yaitu formula matematika yang mencari nilai variabel terkait dari nilai variabel bebas yang diketahui Analisis regresi terutama digunakan untuk tujuan peramalan.
Dalam prakteknya regresi sering dibedakan antara regresi sederhana dan regresi berganda. Disebut regresi sederhana jika hanya ada satu variabel bebas, sedangkan regresi berganda jika ada lebih dari satu variabel bebas.
4.3. Regresi Linaer Berganda
Regresi linear berganda adalah metode analisis yang tepat dipergunakan jika masalah penelitian (research problem) melibatkan satu variable tergantung (dependent) Y yang dipengaruhi oleh lebih dari satu variable bebas (independent).
Tujuan metode regresi ini adalah untuk memperkirakan atau meramalkan nilai Y, jika semua variable X sudah diketahui nilainya, dengan menggunakan persamaan regresi linear berganda yang dibentuk dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (least square method). Di samping itu, tujuannya adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh setiap variable bebas yang terdapat dalam persamaan.
Manfaat analisis Regresi Linear Berganda antara lain:
a. Untuk mengetahui besarnya pengaruh dari setiap variable bebas terhadap variable tidak bebas, jika variable bebas tersebut naik satu unit, dan variable lainnya tetap dengan menggunakan regresi parsial
b. Dapat meramalkan nilai variable tak bebas Y, jika seluruh variable bebasnya sudah di ketahui nilainya dan semua koeefisien regresi parsial sudah dihitung.
Untuk menguji hubungan variabel-variabel regresi, dapat dilakukan beberapa tahapan:
1. Model umum regresi linear sederhana

2. Regresi Linear Beganda
Regresi linear berganda merupakan generelisasi dari regresi linear sedehana.


Dimana: α adalah parameter intercept
β adalah parameter slope
ε adalah residul yang merupakan variabel
0 dan berdistribusi normal
5. Pembahasan
5.1. Deskriptif Data
Dari hasil perhitungan SPSS didapatkan pada bulan Mei 2010 di Stasiun Geofisika Tangerang suhu rata-rata terendah 26.7 0C dan tertinggi 31.10C dengan rata-rata sebesar 28,6 0C , lamanya penyinaran matahari terendah 10 % dan tertinggi 99 % dengan rata-rata sebesar 66.5 % dan kelembaban udara terendah 61 % dan tertinggi 92 % dengan rata-rata sebesar 79.8 %
5.1.1. Analisa Korelasi Sederhana
Dari hasil perhitungan SPSS didapatkan hubungan suhu udara dengan kelembaban udara = -0.811 hal ini berarti mempunyai hubungan kuat negative atau semakin tinggi suhu udara maka kelembaban semakin rendah sebaliknya semakin rendah suhu udara maka kelembaban udara semakin tinggi dengan R2 = 0.657 atau kontribusi suhu udara terhadap kelembaban udara sebesar 65.7 % sedangkan hasil regresi sederhana dari hasil perhitungan SPSS didapatkan :
Y’ = 232.53 - 5.35 X
Y’ = Prediksi Kelembaban Udara
X = Suhu udara
hal ini berarti bila suhu udara naik satu satuan maka kelembaban udara turun 5.35 satuan dengan konstanta 232.53. Adapun dari hasil perhitungan SPSS didapatkan hubungan penyinaran matahari dengan kelembaban udara = -0.598 hal ini berarti mempunyai hubungan cukup kuat negatif atau semakin lama penyinaran matahari maka kelembaban semakin rendah hal ini dapat dimengerti karena semakin lama penyinran matahari maka berarti suhu udara semakin suhu udara tinggi dengan R2 = 0.357 atau kontribusi penyinaran matahari terhadap kelembaban udara sebesar 35.7 % sedangkan dari hasil perhitungan SPSS didapatkan :
Y’ = 89.36 – 0.148 X
Y’ = Prediksi Kelembaban Udara
X = Lamanya Penyinaran Matahari
hal ini berarti bila penyinaran matahari semakin lama yang berakibat suhu udara naik maka kelembaban udara turun 0.148 satuan dengan konstanta 89.36.

5.1.2 Analisa Korelasi Linear Berganda
5.1.2. Analisa Korelasi Linear Berganda
Dari hasil SPSS korelasi linear berganda hubungan suhu udara dan lamanya penyinaran matahari dengan kelembaban udara didapatkan = - 0.821 hal ini berarti mempunyai hubungan kuat negatif dengan R2 = 0.674 atau kontribusi suhu udara dan lamanya penyinaran matahari terhadap kelembaban udara sebesar 67.4 % sisanya sebesar 32.6 % diakibatkan faktor lain
5.1.3. Analisa Regresi berganda
Pada regresi linear dua atau lebih variable independent, ada beberapa uji yang harus dilakukan disamping uji koefisien dan kelinearan. Uji tersebut adalah uji autokorelasi dan uji kolinieritas. Dari hasil uji autokeralsi Durbin Watson (DW) didapatkan angka DW>2.79, hal ini berarti terjadi autokorelasi sedangkan pada uji kolinearitas didapatkan nilai korelasi dua variabel independent cukup kuat, hal ini berarti terjadi kolinearitas maka penggunaan regresi linear berganda tersebut tidak dapat dilanjutkan untuk mengukur pengaruh suhu udara dan lamanya penyinaran matahari dengan kelembaban udara di Tangerang

Kesimpulan
1. Terdapat hubungan yang kuat antara suhu udara dengan kelembaban udara dengan = -0.811 hal ini berarti mempunyai hubungan kuat negative atau semakin tinggi suhu udara maka kelembaban semakin rendah sebaliknya semakin rendah suhu udara maka kelembaban udara semakin tinggi dengan R2 = 0.657 atau kontribusi suhu udara terhadap kelembaban udara sebesar 65.7 %
2. Terdapat hubungan yang kuat antara penyinaran matahari dengan kelembaban udara dengan = -0.598 hal ini berarti mempunyai hubungan cukup kuat negatif atau semakin lama penyinaran matahari yang berakibat suhu udara naik maka kelembaban udara semakin turun dengan R2 = 0.357 atau kontribusi penyinaran matahari terhadap kelembaban udara sebesar 35.7 %
3. Pada korelasi linear berganda didapatkan = - 0.821 hal ini berarti mempunyai hubungan kuat negatif dengan R2 = 0.674 atau kontribusi suhu udara dan lamanya penyinaran matahari terhadap kelembaban udara sebesar 67.4 % sisanya sebesar 32.6 % diakibatkan faktor lain

Daftar Pustaka
1. Cornelius Trihendradi. SPSS12
Statistik Inferen Teori Dasar &
Aplikasinya. Penerbit Andi
2. Supranto, J, 1991, Statistik Teori
dan Aplikasi Jilid II, Penerbit
Erlangga Jakarta
2. Tjasyono, Bayong HK, 2004.
Klimatologi. Penerbit ITB.
Bandung.

Verifikasi Prakiraan Cuaca


Verifikasi Prakiraan Cuaca

Oleh : Drs. Udin Nasikhudin, MM

1. Pendahuluan
Sebagai salah satu tugas institusi BMKG yaitu membuat prakiraan cuaca yang secara
ilmiah tidaklah mudah, karena cuaca merupakan fungsi ruang dan waktu. Selainitu, harus dipahami betul sifat atau dinamika atmosfer dan juga diperlukan pengalaman dan keberanian dalam membuat keputusan suatu prakiraan. Input data dan metode yang baik akan sangat mempengaruhi kualitas prakiraan.Data real seperti data Synop, data udara atas (pibal dan rasond), data WXREV, dan lain- nya dari stasiun akan sangat membantu prakiraan. Selain data, diperlukan model se- perti model TLAP (Tropical Limited Area Prediction System), Arhpege (Perancis)yang diadopsi dari Australia dan Perancis, serta model meteorologi yang diambil dari E- ropah, Amerika, Singapore, Jepang dan lain sebagainya. Metode yang baik tidak akan menghasilkan kualitas prakiraan yang baik bila input datanya kurang baik. Untuk menghasilkan input data yang baik semua data yang digunakan untuk prakiraan harus terlebih dahulu dikendalai mutu (Quality Control) Begitu pula data yang baik tidak akan menghasilkan kualitas prakiraan yang baik bila metode prakiraan kurang baik. Oleh karenanya setiap metode yang akan diguna- kan harus diuji terlebih dahulu. Di negara maju, kebenaran prakiraan cuaca dapat mencapai 90 % untuk sehari atau dua hari kedepan, dan menurun untuk lebih dari dua hari, sebagai contoh dalam wak- tu lima hari kedepan kebenarannya mencapai 60 %.
2. Tujuan
Tujuan Verifikasi adalah peningkatan kualitas prakiraan cuaca agar lebih berdaya
guna.
3. Metode Verifikasi
Metode yang digunakan adalah metode perbandingan antara prakiraan dengan kenyataan
/data real dengan cara menghitung RMSE atau MAE yang dapat diketahui akanrata-rata deviasinya semakin kecil deviasinya maka semakin bagus hasil prakiraan.Selain itu dapat juga dengan cara menghitung nilai Koefisien korelasi (r) dengan melihat kee- ratan hubungan antara prakiraan dan observasi semakin besar nilai r maka prakiraan semakin mendekati observasi dan sebaliknya. Data real/observasi diambil dari WXREV Stasiun yang diprakirakan atau stasiun ter- dekat. Dalam memilih dan memanfaatkan data, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Sesuai dengan yang sebenarnya (sandi dan kontennya harus benar) 2. Dapat mewakili sesuai dengan apa yang diprakirakan 3. Relevan dengan apa yang kan kita gunakan
4. Hasil

Dalam studi kasus untuk memprakirakan suhu udara tidak sesulit daripada cuaca hujan dan tidak hujan. Berdasarkan hasil penelitian ternyata dengan memasukkan nilai rata suhu udara minimum maupun maximum selama 10 tahun (1997 - 2006) sebagai angka prakiraan maka kategori prakiraan suhu udara itu termasuk baik, hal ini berlaku pula untuk kelembaban udara yang mempunyai pola data homogen.
5. Kesimpulan
Cuaca bersifat dinamis sehingga diperlukan pengalaman dan keberanian dalam mem
buat keputusan prakiraan.
Nilai rata-rata/normal/standar normal sangat membantu dalam penentuan nilai pra
kiraan untuk suhu dan kelembaban udara.

Pokok Bahasan Statistik dan Manajemen


Pokok Bahasan Statistik ( UTS )

1. Arti dan Kegunaan data

a. Syarat data yang baik
b. Pembagian data
c. Arti statistik
d. Beberapa istilah pokok ( elemen,karakteristik, variabel, populasi,sampel, sensus,
    sampling dan sampling error )
e. Arti dan pengumpulan data
2. Bentuk fungsi yang tepat untuk mewakili data yang dikumpulkan, dan penjumlahan
   dengan menggunakan simbol sigma

a. Pentingnya matematika dalam statistika
b. Beberapa macam fungsi dan bentuk kurvanya
c. Simbol penjumlahan dengan sigma
d. Frekuensi relatif dan kumulatif
3. Ukuran lokasi rata-rata hitung, median dan modus

a. Arti dan kegunaan rata-rata hitung (mean),median dan modus untuk data berkelompok
    dan tidak
b. Arti kuartil, desil, persentil data berkelompok dan tidak
4. Pengkuran dispersi (Deviasi rata, simpangan baku, dan koefisien variasi)
5. Ukuran keruncingan dan kemencengan kurva

Arti dan kegunaan ukuran kemencengan dan
keruncingan kurva
6. Analisis korelasi dan regresi sederhana

a. Arti analisis korelasi
b. Arti analisis regresi
c. Arti koefisien determinasi
d. Metode least square untuk regresi
e. Ramalan dengan regresi koefisien korelasi data berkelompok, rank dan kualitatif
7. Angka Indeks

a. Arti dan kegunaan angka indeks sederhana agregatif tertimbang dan tidak tertimbang
dan tidak tertimbang dan pengujiannya
b. Arti kegunaan indeks musiman
c. Cara menghitung indeks musiman
d. Cara menghilangkan pengaruh musiman
e. Metode rata-rata sederhana, relatif bersambung dan rasio.

8. Analisis time series

a. Arti dan pentingnya analisis time series
b. Menentukan trend dengan metode tangan bebas, rata-rata semi, rata-rata bergerak
    dan metode least square
c. Gerakan siklis dan cara mengukurnya


Pokok Bahasan Statistik ( UAS )

9. Teori Probabilitas

a. Probabilitas dengan pendekatan klasik,frekuensi relatif subjektif
b. Pengertian set, subset, ruang sampel dan kejadian
c. Pengertian tentang mutually exclusif event, non exclusive,independent,dependent
    kejadian,gabungan dan prob.Bersyarat (Bayes)
10. Distribusi teoritik

a. Fungsi Binomial
b. Fungsi Poisson
c. Fungsi Normal
11. Teori sampling

a. Arti sampel dan sampling
b. Jenis sampel dan penentuan ukuran dan jumlah sampel
c. Karakteristik sampel
12. Pendugaan statistik ( Teori Estimasi )

a. Pendugaan 1 dan 2 rata-rata
b. Pendugaan 1 dan 2 proporsi
13. Pengujian Hipotesis dalam Ekonomi

a. Pengujian hipotesis satu rata-rata dan satu proporsi
b. Pengujian hipotesis dua rata-rata dan dua proporsi

STATISTIKA AMG



1.     Pengertian dan kegunaan statistic

2.     Sebaran Frekuensi

-         Pengumpulan

-         Pengolahan

3.     Ukuran Pemusatan dan Penyebaran

4.     Simpangan Baku dan Kegunaannya

5.     Regresi linear sederhana dan berganda

6.     Probabilitas

-         Variabel diskrit dan kontinu
7.     Fungsi Probabilitas
8.     Distribusi Teoritis
-         Binomial
-         Poisson
-         Normal
-         Distribusi t dan uji t
-         Distribusi f dan uji f
-         Distribusi ch dan uji chi
9.     Distribusi diskrit
10.   Pengujian ekspektasi dan variable acak
11.   Teori sampling
  -      Teori kemungkinan
12.   Aplikasi statistik : inferensi statistic
13.   Statistik non Parameter

Daftar Pustaka :
  1. Neil A. Weiss, Elementary Statistic, Adison Wesley, 1983
  2. Ronald E. Walpole, Raytmond  H.H. Myers, Probability an Statistic for Enginering  2 nd Edition, Prentice Hall Inc, 1985
  3. D.H. Sandera, AF. Murphy and R.J. Eng, Statistic as Fresh Approach Mcgraw Hill, 1985
  4. P.A. Suryadi, Pndahuluan Teori Kemungkinan dan Statistik ITB, 1980
  5. P. Sprent Metode Statistik Non Parametrik Terapan, UI Press, 1991
-           
     


      GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) MK MANAJEMEN ROGRAM DIPLOMA III KEUANAGAN
( Semester III Kebendaharaan Negara 3 SKS )


1.      Mempelajari dunia usaha dan lingkungannya
Pengertian usaha bisnis
Latar belakang munculnya usaha
Maksud dan tujuan bisnis
Ruang lingkup dunia usaha/bisnis
Lingkungan internal dan eksternal dunia usaha
2.        Pengertian, cirri dan fungsi perusahaan
Pengertian dasar perusahaan
Ciri-ciri perusahaan
Fungsi-fungsi Perusahaan
Lokasi Perusahaan
3.       Bentuk-bentuk perusahaan, kelebihan dan kekurangan
Perusahaan perseorangan
Firma
Persekutuan Komanditer
Perseroan Terbatas
Koperasi di Indonesia
Yayasan
4.       Mempelajari dasar-dasar manajemen
Pengertian Manajemen
Mengapa Manajemen dibutuhkan
Definisi Manajemen

Manajemen dan Manajer
Tingkatan manajemen
Manajer fungsional dan manajer umum
Fungsi-fungsi yang dilaksanakan manajer
Kegiatan-kegiatan manajer
Peranan manajer dalam perusahaan
Keterampilan manajer

Perkembangan teori manajemen
Teori manajemen klasik
Manajemen ilmiah
Teori organisasi klasik
Aliran hubungan manusiawi
Aliran Manajemen modern

Manajemen dan lingkungan eksternal Organisasi
Faktor-faktor lingkungan eksternal
Lingkungan ekstern mikro

5.       Mempelajari perencanaan pengambilan keputusan
Penjelasan perencanaan
Alasan-alasan perlunya perencanaan
Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi lainnya
Tipe-tipe perencanaan dan rencana
Perencanaan strategic
Hambatan dalam perencanaan efektif

Penetapan tujuan dan pengambilan keputusan
Misi dan visi organisasi
Fungsi tujuan organisasi
Kebutuhan penyeimbangan tujuan
Manajemen By Objektif (MBO)

6.       Pengertian Pengorganisasian
Struktur Organisasi
Pembagian kerja
Departementalisasi

Koordinasi dan rentang manajemen
Koordinasi
Rentang Manajemen

Wewenang Delegasi dan Desentralisasi
Pengertian wewenang, kekuasaan dan pengaruh
Struktur lini dan staf
Wewenang lini dan staff
Sentralisasi versus desentralisasi

Perencanaan SDM
Penarikan dan seleksi SDM
Latihan Pengembangan SDM
Pemberian kompenssi kepada karyawan


7.       Kepemimpinan dalam organisasi
Motivasi
Motivasi bukan sekedar teknik-teknik
Pengertian kepemimpinan
Pendekatan-pendekatan studi dan sifat kepemimpinan
Pendekatan perilaku kepemimpinan
8.       Mempelajari dasar-dasar proses pengawasan
Pengertian pengawasan
Tipe-tipe pengawasan
Tahap-tahap dalam proses pengawasan
Pentingnya pengawasan
Perancangan Proses pengawasan
Alat Bantu Pengawasan Manajerial
Karakteristik karakteristik pengawasan yang efektif

9.       Mempelajari manajemen produksi dan operasi
Perbedaan produksi ,manufaktur dan operasi
Mengorganisasikan proses produksi
Pengelolaan material, pembelian dan persediaan
10.   Mempelajari manajemen pemasaran
Pengertian pemasaran
Peran Pemasaran dalam masyarakat
Konsep pemasaran
Fungsi pemasaran
Proses pemasaran
Bauran pemasaran
11.   Mempelajari produk dan harga
Kategori produk
Daur hidup produk
Pengertian dan tujuan penetapan harga
Metode penetapan harga
12.   Resiko dan Asuransi
Pengertian Resiko
Jenis Resiko
Metode Penanganan Resiko
Sistem kerja Asuransi

Ekspansi Bisnis
Arti Ekspansi
Motif Ekspansi
Arah Ekspansi
Bentuk Ekspansi
Merger dan Akuisisi
 
REFERENSI
1. Gillifin, Business, Prentice Hall, 4 th Ed. 1996
2. Handoko Hani, Dasar-Dasar Manajemen
3. J. sudarsono, Drs. Pengantar Ekonomi Perusahaan, Prenhalindo Jakarta 2002
4. Kismono, Gugup, Bisnis Pengantar, BPFE Yogyakarta, Cetakan Pertama, Nov 2001
5. Stener